Oleh: sutardjo70 | Maret 6, 2009

Evaluasi Dampak Program Berbasis Masyarakat

kartun-laptop_(disarikan Hand Book Community-Base Impact Evaluation AusAid – Indonesia )

Dalam evaluasi dampak berbasis masyarakat diamati hal-hal sbb:

Perubahan yang dialami pada tingkat individu dan keluarga, antara lain menyangkut perubahan ketrampilan dan pengetahuan, perubahan pendapatan (peningkatan atau penurunan), kesejahteraan hidup serta relasi antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Perubahan yang terkait keterlibatan orang miskin dan perempuan dalam komunitasnya (masyarakat desa, kelompok-kelompok) dan peran perempuan dan orang miskin dalam pengambilan keputusan di tingkat desa/ komunitas sekaligus sejauh mana ada perubahan pada para penguasa terkait mempertimbangkan keterlibatan dan kepentingan kelompok orang miskin dan tujuan. Perubahan yang terkait dengan kerja sama dengan pihak luar terutama yang terkait dengan perubahan hubungan, perubahan posisi tawar dan kemampuan untuk mencari dukungan dari pihak lain bagi pengembangan komunitas. Pertanyaan kunci terkait keberlanjutan hasil program maupun proses, terutama menyangkut kemampuan untuk memelihara dan mengembangkan program.

Penilaian terhadap pelayanan yang diberikan oleh fasilitator/lembaga pendamping Pandangan masyarakat miskin dan perempuan tentang keuntungan atau kerugian ikutserta dalam program baik dari segi ekonomi, pembelajaran, dsb. Peserta Peserta utama yang terlibat dalam proses evaluasi adalah masyarakat yang berpartisipasi di dalam program, yaitu masyarakat miskin pada umumnya dan perempuan pada khususnya. Untuk memastikan perempuan dan laki-laki mendapat kesempatan yang sama dalam diskusi maka kita pisahkan kelompok diskusi laki-laki dan perempuan agar supaya masing-masing kelompok bisa memberikan pandangan tentang capaian dan dampak program. Kemudian tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di dalam pleno. Tim Fasilitator Evaluasi dampak dilakukan melalui proses diskusi dengan kelompok penerima manfaat. Diharapkan bahwa diskusi ini dipandu oleh fasilitator yang tidak berpihak dan obyektif, misalnya anggota badan pengurus LSM, fasilitator luar atau oleh staf LSM yang tidak langsung terlibat dalam program. Ini diperlukan agar informasi yang diperoleh, pembelajaran yang dipetik dan rekomendasi yang disusun, bisa lebih tajam dan bermanfaat ke depan. Karena diskusi diadakan di dalam kelompok terpisah dan juga diperlukan pendokumentasian proses maka perlu dibentuk ‘Tim fasilitator” dengan uraian tugas yang jelas sehingga proses fasilitasi dan proses pendokumentasian terjamin mutunya. Peran Fasilitator Seperti biasa seorang fasilitator perlu menyiapkan diri sebelum kegiatan dimulai agar proses evaluasi dampak ini fokus pada upaya pemberdayaan. Fasilitator tidak secara cepat mencari jawaban masyarakat atas pertanyaan yang ada, namun dia bisa dikatakan berhasil apabila jawaban itu lahir dari sebuah proses yang menarik dan memberdayakan. Jadi ia bertanggungjawab pada proses, bukan pada hasil dari jawaban – apabila proses membosankan, proses dirasa panjang, ada yang tinggalkan ruangan, diskusi didominasi oleh beberapa orang atau orang tertentu, dsb maka fasilitator tidak melakukan perannya dengan baik. Persiapan Fasilitator sebelum kegiatan Tim fasilitator menyatukan pemahaman tentang tujuan dan proses evaluasi dampak berbasis masyarakat Tim fasilitator menyatukan pemahaman tentang inti tiap pertanyaan dan merumuskan bersama beberapa pertanyaan penggali (probing question) yang akan membantu melancarkan dan memfokuskan proses diskusi di kelompok. Tim fasilitator membagi peran agar terjamin bahwa proses berjalan dengan baik – perlu orang yang memfasilitasi di tiap kelompok dan perlu orang yang mendokumentasikan ungkapan masyarakat (baik tentang perubahan yang dialami serta buktinya maupun tentang penyebab perubahan tersebut).


Beri tanggapan

Your response:

Kategori