Oleh: sutardjo70 | Maret 25, 2009

Meningkatnya kemitraan dengan swasta dan masyarakat

Dari NN ke mang Ojo center

Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan aparatur guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dengan lebih memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan melalui hubungan kemitraan dalam usaha saling menunjang dan menguntungkan antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan dalam pengelolaan sumber daya alam serta sumber daya manusia. Sasaran tersebut dilaksanakan melalui program utama yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat. Meningkatnya kemitraan dengan swasta dan masyarakat melalui enam indikator dapat disimpulkan bahwa sasaran ini telah sangat berhasil. Adapun indikator-indikator yang mewakili dan tingkat capaian kinerja sasaran tersebut adalah sebagai berikut : 1. Terealisasinya pembangunan prasarana fisik desa mencapai 100% dari target yang ditetapkan sebanyak 86 desa. 2. Terselenggaranya penyelenggaraan ibadah haji mencapai 100 %. 3. Tercapainya peningkatan bantuan keimanan dan ketaqwaan pejabat dan PNS di lingkungan Kabupaten Sleman sebesar 100%. 4. Tercapainya peningkatan swadaya masyarakat sebesar 100%. 5. Meningkatnya kemandirian BKM dalam program penanggulangan kemiskinan mencapai 100 %. 6. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa mencapai 100%. Sasaran ini diimplementasikan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat, dengan beberapa kegiatan pendukung : 1. Bantuan gotong royong dan fasilitasi operasional bantuan gotong royong 2. Fasilitasi penyelenggaraan haji 3. Fasilitasi kegiatan hari besar keagamaan dan pembinaan rohani pejabat 4. Fasilitasi penunjang kegiatan KKN dan monitoring KKN Kecamatan 5. Pelaksanaan paket P2KP Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai upaya untuk lebih memberdayakan masyarakat dalam rangka mensukseskan jalannya pembangunan antara lain melalui pemberian stimulan dana gotong royong sebesar Rp. 5.000.000.000,00, meningkat 35% dibandingkan tahun 2004 yang hanya sebesar Rp. 3.250.000.000,00. Sedangkan jumlah kegiatan dana gotong royong 1.355 kegiatan dengan menyerap swadaya masyarakat sebesar Rp 30.606.649.780,00. Peningkatan hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi diberikan fasilitasi penunjang kegiatan KKN untuk 183 kelompok di 17 Kecamatan sebesar Rp 127.400.000,00 (99.53%) dari target sebesar Rp 128.000.000,00 Dalam rangka menumbuhkan minat usaha masyarakat di 32 desa diberikan stimulan bantuan pendampingan P2KP sebesar Rp 640.530.000,00 dan exit strategi untuk 1 lembaga sebesar Rp 47.100.000,00 Dalam bidang keagamaan telah dilakukan beberapa upaya yaitu fasilitasi penyelenggaraan haji sebesar Rp 303.608.415,00 dengan beberapa kegiatan antara lain : 1. Bantuan ONH bagi pembimbing dan petugas haji 8 orang. 2. Manasik haji (klasikal dan praktek) dilaksanakan 4 kali. 3. Pelatihan petugas haji satu kali sebanyak 15 peserta. 4. Ta’aruf calon jemaah haji sebanyak 1.191 orang. Disamping itu juga dilakukan pemberian bantuan kegiatan keagamaan, sebesar Rp 466.620.000,00 dengan beberapa kegiatan antara lain : 1. Penyelenggaraan STQ satu kali dan pengiriman kalifah MTQ sebanyak 55 orang. 2. Sarasehan kerukunan umat beragama sebanyak empat kali dengan peserta 100 orang. 3. Pembinaan tempat ibadah tiga kali dan kegiatan keagamaan 5 kali. 4. Pembinaan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) menunjuk satu keluarga sembilan desa untuk satu RT. 5. Pembinaan kebersihan pondok pesantren 14 pondok pesantren. 6. Pembinaan dan pemberian bantuan Kaum Ro’is 2.300 orang @ Rp 100.000,00. Untuk mewujudkan meningkatkan kemitraan dengan swasta dan masyarakat ditempuh dengan kebijakan: 1. Meningkatkan iman dan taqwa serta kerukunan antar umat beragama; 2. Meningkatkan ketahanan sosial dan pemberdayaan penyandang masalah sosial; 3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan masalah sosial dan penanggulangan kemiskinan.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori